Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 15 Agustus 2026 · ~262 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

RISC-V Kena Kritik Tajam, Arsitektur Baru Bukan Berarti Bebas Masalah

RISC-V sering dianggap masa depan hardware terbuka. Tapi ada engineer yang justru membeberkan kelemahan desainnya dari sudut pandang praktis.

RISC-V lagi naik daun. Arsitektur instruction set yang terbuka dan bebas lisensi ini dianggap lawan serius x86 dan ARM, apalagi buat kebutuhan hardware enterprise. Tapi nggak semua orang setuju kalau RISC-V udah layak dielu-elukan.

Salah satunya Dmitry Grinberg, engineer yang dikenal dengan analisis hardware yang tajam. Di tulisan terbarunya yang judulnya blak-blakan, dia membedah kelemahan desain RISC-V yang jarang banget dibahas di panggung marketing.

Inti kritiknya apa

Grinberg nggak nyerang konsep open source-nya. Justru keputusan desain arsitekturnya yang dia pertanyakan. Beberapa pilihan di instruction set dinilai bikin implementasi makin ribet dari yang seharusnya, terutama soal kompatibilitas antar implementasi dan efisiensi di level silikon.

Menurut dia, banyak masalah ini sebenernya udah pernah diselesaikan sama arsitektur lain. Jadi alasan masih muda aja nggak cukup buat maafin keputusan yang keliatan bakal jadi beban jangka panjang.

Kenapa ini penting buat developer

Buat lo yang ngikutin tren hardware enterprise, artikel ini wajib dibaca. RISC-V lagi dilirik buat server, data center, sampai perangkat embedded. Tapi kalau desain dasarnya punya masalah, biaya adopsinya bisa nggak semanis janji marketing.

Ini juga pengingat kalau open nggak otomatis berarti lebih baik. Open source nentuin siapa yang boleh lihat dan ubah kode, tapi kualitas desain tetap harus diuji dari sisi teknis.

RISC-V tetep punya potensi gede. Tapi potensi doang nggak cukup. Komunitasnya harus berani dengerin kritik teknis kayak gini, biar arsitekturnya makin matang dan siap dipakai serius.

Sumber: RISC-V: They should have known better