Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 28 Agustus 2026 · ~244 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Harga RAM dan eMMC Naik Gila-gilaan, Pine64 Stop Produksi Board Linux

Kenaikan harga RAM dan eMMC akibat permintaan AI bikin Pine64 menghentikan produksi board Linux. Sinyal buruk buat ekosistem SBC, termasuk harga di Indonesia.

Harga komponen memori lagi naik gila-gilaan dan dampaknya mulai kerasa di dunia single board computer. Pine64, vendor board Linux favorit komunitas open source, resmi menghentikan produksi buat sementara waktu.

Permintaan RAM dan eMMC dari industri AI bikin harga naik drastis. Daripada ikut menaikkan harga produk terus-menerus, Pine64 milih berhenti dulu. Keputusan yang berani, tapi konsekuensinya bakal kerasa luas.

Apa yang diumumin Pine64

Pine64 memutuskan pause produksi board Linux karena harga RAM dan eMMC udah terlalu mahal. Alih-alih ngepush harga jual naik terus, mereka milih stop dulu sampai kondisi pasar lebih normal. Ini bukan cuma soal satu vendor, tapi sinyal buat seluruh ekosistem hardware Linux murah.

Kenapa ini bikin khawatir

Kita udah lihat keluhan soal harga board lain yang makin nggak masuk akal. Kalau Pine64 juga ikut stop, pilihan board murah buat developer dan maker makin sempit. Ada kekhawatiran vendor lain bakal ngikutin, dan komunitas yang bergantung pada SBC buat prototipe atau produksi skala kecil bakal paling kena.

Intinya, kenaikan harga memori ini bukan cuma masalah harga, tapi mengancam keberlanjutan hardware murah yang jadi tulang punggung proyek open source. Buat lo yang lagi nyusun project berbasis SBC, sekarang saatnya pikirkan ulang pilihan hardware dan siapkan plan B.

Sumber: RAM and eMMC Prices Are So High, Pine64 Has Stopped Linux Device Production