Dipublikasikan: 2 Juli 2026 · ~250 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Bos Startup India Ini Taruh Duit Sendiri Rp480 M buat Bikin Saingan AI Microsoft Office
Bhavin Turakhia bukan orang baru di dunia tech. Setelah beberapa kali exit sukses, sekarang dia tantang Google dan Microsoft lewat Neo, platform office berbasis AI.
Lo pernah ngerasa Office 365 atau Google Workspace udah monoton banget? Bhavin Turakhia sepikiran. Tech tycoon asal India ini nekat keluarin duit pribadi USD 30 juta atau sekitar Rp480 miliar buat bangun Neo, platform produktivitas enterprise yang digerakin AI. Ini tantangan langsung ke Microsoft dan Google di kandang mereka sendiri.
Siapa Bhavin Turakhia?
Dia bukan pendatang baru. Sebelum Neo, Bhavin udah sukses bangun beberapa startup teknologi termasuk Zeta (unicorn fintech) dan Radix (perusahaan domain). Reputasinya di India tech scene udah nggak diragukan lagi. Dan yang bikin beda, dia pake uang pribadi, bukan hasil fundraising. Itu tanda kalau dia beneran yakin sama visinya.
Apa yang mau dibikin?
Neo dirancang sebagai platform all-in-one buat enterprise yang menggabungkan email, kalender, dokumen, dan kolaborasi tim dengan AI sebagai otaknya. Bedanya sama Microsoft Copilot atau Gemini Google, Neo dibangun dari bawah dengan AI sebagai fondasi utama, bukan fitur tambahan. Targetnya jelas: kasih alternatif yang lebih modern dan lebih murah buat perusahaan yang capek bayar lisensi mahal.
Kalau Neo berhasil, ini bisa jadi blueprint baru buat startup Asia yang pengen nantang dominasi Silicon Valley. Dan yang lebih impressive, founder-nya berani all-in pake duit sendiri. Bukan cuma modal deck presentasi.
Sumber: Indian tech tycoon bets $30M of his own money to build AI alternative to Microsoft Office