Dipublikasikan: 2 Juli 2026 · ~465 kata · ~3 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Tokopedia PHK Besar-Besaran, 90 Persen Karyawan Dilaporkan Terdampak
Tokopedia lakukan PHK besar-besaran. Klaim viral menyebut 90 persen karyawan terdampak. TikTok konfirmasi restrukturisasi divisi R&D.
Kabar buruk datang dari Tokopedia. Akun Instagram @ecommurz viral dengan klaim bahwa ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK terhadap sekitar 90 persen pegawai Tokopedia. TikTok sendiri mengonfirmasi adanya penyesuaian organisasi pada divisi Research and Development.
TikTok Shop resmi bergabung dengan Tokopedia sejak awal 2024 setelah ByteDance mengakuisisi mayoritas saham. Sejak saat itu, proses integrasi berbagai fungsi bisnis dan operasional terus berjalan. Restrukturisasi terbaru ini diyakini bagian dari proses integrasi tersebut.
Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami.
Kutipan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TikTok kepada Detik Finance. Sementara TikTok belum menyebut angka pasti karyawan yang terdampak, narasumber CNBC Indonesia memberikan gambaran yang jauh lebih suram.
Angka di Balik Konfirmasi Resmi
Sebelum diakuisisi ByteDance, Tokopedia memiliki sekitar 1.100 karyawan teknologi. Dalam gelombang PHK terakhir, lebih dari 450 pekerja teknologi terkena pemangkasan. Kini hanya tersisa sekitar 35 staf di bidang teknologi dari yang semula mencapai 1.100 orang.
Secara keseluruhan, dari total 2.500 karyawan Tokopedia sejak ByteDance mengambil alih kepemilikan dari GoTo, kini hanya tersisa sekitar 10 persen. Mayoritas pekerja yang bertahan berada di unit bisnis, teknologi, serta trust and safety.
Tanggapan TikTok
Meski melakukan restrukturisasi, TikTok menegaskan komitmennya terhadap pengembangan Tokopedia di Indonesia. Perusahaan mengakui keputusan ini bukan hal yang mudah dan menyatakan fokus memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.
Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara TikTok seperti dikutip dari Suara.com. Namun, kontras antara janji investasi dan kenyataan pemangkasan ribuan karyawan tetap menjadi pertanyaan besar.
Pelajaran dari Kasus Tokopedia
Kasus Tokopedia mengingatkan kita akan risiko akuisisi asing di industri teknologi lokal. Janji tentang kolaborasi dan pemberdayaan talenta lokal tidak selalu bertahan setelah integrasi selesai dilakukan.
Bagi para pekerja teknologi Indonesia, ini menjadi pengingat penting. Penting untuk terus mengembangkan skill yang relevan secara global, membangun jaringan profesional yang luas, dan selalu siap dengan rencana cadangan.
Doa untuk Karyawan Terdampak
Di tengah kabar berat ini, mari kita doakan semua karyawan Tokopedia yang terdampak. Semoga diberi kemudahan dalam mencari pekerjaan baru, diberi kekuatan mental melewati masa transisi ini, dan semoga kompetensi mereka dihargai di tempat yang lebih baik.
PHK bukan akhir dari karir. Banyak talenta hebat Indonesia yang lahir dari masa-masa sulit seperti ini. Untuk para senior engineer, product manager, quality assurance, dan semua staf yang terdampak, semoga kalian segera dapet tempat baru yang lebih menghargai. Kalian talenta hebat, perjalanan kalian belum selesai.
Sumber: Viral Kabar Tokopedia PHK Besar-besaran, TikTok Buka Suara