Dipublikasikan: 18 Agustus 2026 · ~275 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Database Programming Lagi Dirombak, Developer Wajib Update Cara Pandang
Pendekatan lama soal cara nulis query dan ngelola database lagi diguncang ide baru. Buat developer yang mau tetap relevan, artikel dari Acadia ini wajib dibaca.
Gue rasa nggak sedikit developer yang nganggep database programming itu settled. SQL udah ada puluhan tahun, pola desainnya udah baku, tinggal pakai aja. Tapi ternyata ada yang coba mikir ulang dari nol.
Sebuah tulisan dari tim engineering Acadia ngebahas ulang cara kita nulis dan mikirin database. Bukan sekadar ngeganti tools, tapi ngerombak asumsi dasar yang selama ini kita pegang.
Masalah di cara lama
Pendekatan konvensional biasanya ngelakuin banyak hal di application layer, sementara database cuma jadi tempat nyimpen. Akibatnya, sering terjadi mismatch antara cara developer mikir dan cara database beneran kerja. Ini yang bikin query lambat, bug aneh, dan maintenance yang makin rumit.
Acadia nyoba narik fokus balik ke database sebagai bagian yang lebih aktif. Ide besarnya, banyak logika yang selama ini diborong aplikasi sebenarnya lebih natural kalau ditangani di level database.
Yang berubah sekarang
Bukan berarti SQL bakal mati atau ORM harus dibuang. Justru tulisannya nunjukin bahwa kita perlu lebih jujur soal kekuatan dan kelemahan tiap layer. Kadang solusi paling clean itu bukan nambah framework, tapi nulis ulang cara data itu dimodelkan dan diakses.
Buat developer Indonesia yang kerja di startup, ini relevan banget. Banyak tim yang langsung nimpuk cache, nambah service, atau pasang tools mahal padahal akar masalahnya ada di cara database diprogram.
Rethinking database programming itu bukan tren sesaat, ini dorongan biar developer berhenti manut sama kebiasaan lama. Buat yang mau timnya lebih efisien, artikel ini jadi starting point yang bagus buat diskusi internal.
Sumber: Rethinking Database Programming