Dipublikasikan: 31 Agustus 2026 · ~256 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Chess.com Buktiin AI Bisa Ngebutin Prototipe Produk
Dua orang, satu tahun, satu produk baru. Chess.com pakai AI buat coding dan baca codebase lama, pelajaran berharga buat tim produk mana pun.
Chess.com diam-diam ngeluarin situs poker edukasi namanya Gambit di bulan Mei. Bedanya sama poker biasa, di sini pemain belajar tanpa taruhan uang asli dan tetap punya rating ala Elo.
Ini bukan sekadar eksperimen. Mereka udah siap ngejar game klasik lain kayak go, backgammon, dan mahjong dengan sistem rating serupa. Yang bikin penasaran, peran AI di balik semua ini.
Apa yang diumumin
Gambit dibuka gratis dan fokus ke edukasi. Pemain bisa ningkatin rating kayak di Chess.com tanpa risiko kehilangan duit. Strategi ini menarik karena bikin pintu masuk ke game baru jadi rendah banget.
Albert Cheng, chief growth officer Chess.com, bilang pengembangan game berikutnya jalan cukup cepat. Semuanya pakai playbook yang sama kayak Gambit.
Peran AI di balik layar
Ini bagian yang paling menarik. Cheng dan satu karyawan lain berhasil bawa Gambit dari prototipe sampai rilis dalam setahun. AI dipakai terutama buat tugas coding.
Yang bikin efektif, AI bisa baca codebase dan design system Chess.com yang udah ada, lalu nerapin pola yang konsisten ke produk baru. Jadi bukan bikin dari nol, tapi mindahin pola pengembangan yang sudah matang.
Chess.com nunjukin bahwa AI bukan cuma buat demo keren atau chatbot. Dipakai strategis, AI bisa ngebutin ekspansi produk secara nyata. Pertanyaannya sekarang, siapa lagi yang bakal nyusul pakai resep yang sama.