Lewati ke konten utama

Dipublikasikan: 6 Juli 2026 · ~252 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Perusahaan yang Paling Rajin Investasi AI Justru Paling Banyak Rekrut Karyawan Baru

Laporan baru data 21.599 perusahaan AS nemuin fakta menarik. Makin gede perusahaan ngeluarin duit buat AI, makin banyak juga mereka rekrut orang. Termasuk entry-level.

Gue tahu lo pasti sering denger kabar kalau AI bakal bunuh lapangan kerja, terutama buat entry-level. Tapi data terbaru dari Ramp dan Revelio Labs justru bilang sebaliknya. Perusahaan yang paling boros investasi AI malah jadi yang paling agresif rekrut orang baru.

Datanya gimana?

Laporan ini gabungin data corporate card Ramp sama catatan workforce Revelio Labs dari 21.599 perusahaan AS. Pola yang ditemuin cukup jelas. Perusahaan yang dikategorikan sebagai high-intensity adopters, yaitu yang rata-rata spend $30 per karyawan per bulan buat AI, ngeliat pertumbuhan headcount sebesar 10,2%. Kenaikannya terjadi di semua fungsi, dari engineering, sales, admin, customer service, finance, marketing, sampai scientist.

Sektor apa yang paling diuntungin?

Sektor informasi yang ngeliput software, internet, media, dan perusahaan tech-adjacent jadi yang paling kuat pertumbuhan job-nya. Ini penting karena ngasih sinyal kalau AI di perusahaan-perusahaan ini bukan pengganti pekerja, tapi alat buat scale operation. Karyawan baru malah dibutuhin buat ngelola ekspansi yang didorong sama AI itu sendiri.

Intinya, narasi soal AI yang membunuh pekerjaan perlu dilihat lagi. Buat startup atau perusahaan tech di Indonesia yang masih ragu ngelirik AI karena takut korbain tim, data ini bisa jadi pertimbangan. Mungkin saatnya lo mulai serius eksperimen dengan AI tools tanpa perlu khawatir tim lo bakal kena dampak negatif.

Sumber: Big Companies That Invest Heavily in AI Also Hire More People, Report Suggests