Dipublikasikan: 20 Juli 2026 · ~259 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Penumpang Robotaxi Ketiduran, Bikin Petugas Darurat Kocar-kacir
Banyak penumpang robotaxi ketiduran saking nyamannya perjalanan. Tapi masalahnya, mereka nggak bisa dibangunkan dan akhirnya bikin panik layanan darurat. Ini ironi AI yang jarang dibahas.
Robotaxi makin umum di jalanan. Tapi ternyata ada masalah baru yang nggak kepikiran sebelumnya: penumpangnya pada ketiduran dan nggak bisa dibangunkan. Saking parahnya, petugas darurat sampai kewalahan nanganin panggilan yang sebenarnya nggak darurat-darurat amat.
Gimana ceritanya
Bloomberg ngalaporin kalau puluhan penumpang robotaxi ketiduran selama perjalanan. Salah satunya Ditto Kasendar, yang naik robotaxi pulang dari pesta ulang tahun temen. Dia denger musik santai dari speaker, terus besoknya udah dibangunin petugas pemadam kebakaran Los Angeles. Perjalanan 6 menitnya ternyata udah selesai hampir satu jam sebelumnya.
Waymo lewat asisten remote-nya udah nyoba manggeulin lewat speaker, tapi nggak mempan. Akhirnya mereka telepon 911. Ini bukan kejadian langka. Banyak kasus serupa terjadi di berbagai kota.
Kenapa ini masalah serius
Masalahnya, robotaxi nggak punya sopir yang bisa bangunin penumpang. Waktu penumpang nggak responsif, sistem otomatis nggak bisa bedain antara penumpang tidur pulas sama penumpang kenapa-kenapa. Akhirnya mereka ambil jalur aman: panggil darurat.
Ini bikin beban tambahan buat layanan darurat yang harus nanganin panggilan yang sebenarnya nggak kritis. Belum lagi muntahan, tumpahan minuman, dan makanan yang berantakan di dalem mobil. Masalah-masalah kecil yang dulu gampang diurus sopir, sekarang jadi PR besar.
Robotaxi emang keren, tapi urusan manusia tetaplah kompleks. Masalah kayak gini mungkin kelihatan sepele, tapi ini penting banget buat mastiin layanan otonom bener-bener siap dipakai publik dalam skala besar.
Sumber: Dozens of Robotaxi Riders Are Falling Asleep, Sparking Frantic Calls For Emergency Services