Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 19 Juli 2026 · ~220 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Mahasiswa Pake AI Buat Nyontek? Kampus Justru yang Pusing

ANU Australia kena kritik gegara respons dianggap berlebihan ke mahasiswa yang pake AI buat curang. Tapi ada yang bilang ini soal survival pendidikan tinggi.

AI udah jadi tools yang gampang diakses siapa aja, termasuk mahasiswa yang lagi ngerjain tugas. Tapi kapan pake AI itu cheating dan kapan jadi skill wajib? Perdebatan ini lagi panas di Australian National University dan kampus-kampus lain di Australia.

Yang sebenarnya terjadi

Seorang akademisi ANU ngelabel respons kampusnya sebagai histeris gegara mahasiswa ketahuan pake AI buat nyontek. Kampus langsung panik dan scramble cari cara ngamankan sistem penilaian. Tapi kata akademisi tadi, reaksinya nggak proporsional dan malah bikin suasana akademik makin tegang.

Kekhawatiran yang lebih dalam

Di sisi lain, ada pakar yang peringatin kalau Australia bisa kehilangan kemampuan intelektual nasional kalau standar pendidikan dikorbankan. Maksudnya, tanpa rigor akademik yang dijaga, perusahaan AI di Silicon Valley dan China yang bakal panen lulusan berkualitas. Ironis ya, AI dipake buat nyontek tapi ujung-ujungnya yang diuntungkan tetap perusahaan AI.

Perdebatan AI di pendidikan nggak bakal selesai dalam waktu dekat. Buat lo yang masih kuliah, pinter-pinter milih kapan pake AI sebagai tools dan kapan lo harus mikir sendiri. Itu skill yang makin berharga ke depannya.

Sumber: ANU accused of 'hysterical' response to students using AI to cheat as unis scramble to 'secure' assessments