Dipublikasikan: 23 Agustus 2026 · ~274 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Flock Bikin AI Prompt untuk Polisi, Padahal Dulu Ngaku Nggak Bisa Identifikasi Orang
Flock, perusahaan surveillance yang dulu bilang teknologinya nggak bisa identifikasi orang, ternyata diam-diam bangun AI yang bisa ngelacak pengendara. Ini masalah privasi yang serius.
Flock itu perusahaan yang jual teknologi plate recognition ke kepolisian Amerika. Selama bertahun-tahun mereka bilang ke publik kalau teknologinya nggak bisa recognize, identify, atau track individu.
Ternyata, menurut temuan Wired, mereka diam-diam bangun AI yang bisa ngelakuin semuanya. Ini cerita soal janji, data, dan batas teknologi surveillance.
Yang sebenernya dibangun
Wired nemuin kalau Flock bikin AI tool buat polisi yang bisa identifikasi pengemudi dan ngelacak kendaraan cuma dari pola geraknya. Sistemnya juga nyambung ke case files, 911 dispatch logs, sampe database identitas komersial.
Jadi plat nomor nggak cuma jadi angka. Bisa langsung diterjemahin jadi nama, alamat rumah, bahkan data kerabat. Semua diakses lewat semacam prompt-based tool yang gampang dipake.
45 tools di tangan polisi
Dari kode yang kebongkar, ada 45 tools yang bisa dipake AI-nya. Mulai dari plate scans, camera metadata, arrest records, ballistics results, sampe database komersial yang isinya data pribadi kayak tanggal lahir, nomor HP, dan email.
Bahkan sistemnya bisa nyari orang di area tertentu cuma berdasarkan deskripsi fisik. Bayangin, polisi cukup ngetik deskripsi, terus AI-nya nyariin orang yang cocok di map.
Kita belum tau gimana nasib tool ini ke depannya, apalagi soal regulasi yang ngikutin. Tapi yang jelas, klaim 'teknologi kami nggak bisa ngelakuin ini' jadi nggak ada artinya kalau codebase-nya cerita lain. Buat pembaca yang peduli data, kasus Flock ini pengingat buat selalu ngecek klaim vendor, bukan cuma percaya brosurnya.
Sumber: Flock is Secretly Building a Powerful New Prompt-Based AI Tool for Police