Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 23 Agustus 2026 · ~263 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Faraday dari Inherent, AI Agent yang Ngaku Ngalahin Anthropic dan OpenAI di Replikasi Riset

Startup AI asal Inggris bentukan alumni DeepMind, Inherent, ngerilis Faraday. Katanya, AI agent ini bisa ngalahin Anthropic dan OpenAI dalam hal replikasi paper ilmiah.

Ada pendatang baru di dunia AI agent. Namanya Inherent, lab AI asal Inggris yang didirikan alumni DeepMind. Mereka baru aja rilis Faraday, AI agent yang katanya jago banget soal replikasi riset.

Klaimnya berani, katanya bisa ngalahin Anthropic dan OpenAI di tugas itu. Layak dibedah, karena ini nyangkut masa depan riset ilmiah.

Faraday ini ngapain

Faraday itu AI agent yang tugasnya mereplikasi paper ilmiah. Dia baca penelitian yang udah ada, terus niru ulang eksperimennya biar hasilnya bisa dibandingin. Bukan cuma baca dan rangkum, tapi beneran ngejalanin proses risetnya lagi.

Buat dunia sains, ini potensi yang gede banget. Kalau ini jalan, artinya kita bisa cek ulang hasil penelitian orang lain tanpa harus ngerjain manual dari nol.

Klaim vs bukti

Inherent ngaku Faraday outperformed Anthropic dan OpenAI di tugas replikasi riset. Klaim segede ini jelas mesti dibuktiin dengan benchmark yang transparan.

Tapi yang bikin penasaran, orang di belakang Inherent bukan sembarangan. Mereka alumni DeepMind, jadi pemahaman mereka soal model bahasa dan agen udah teruji di level atas.

Masih pagi buat nge-judge apakah Faraday sehebat klaimnya. Tapi arahnya udah jelas, AI agent makin lama makin nyerempet ke kerjaan ilmiah yang tadinya dianggap mustahil buat diautomasi. Buat kita, ini sinyal buat mulai ngeliat AI agent bukan cuma asisten, tapi juga kolega riset.

Sumber: Inherent, founded by DeepMind alumni, says its AI 'teammate' just outperformed Anthropic and OpenAI at replicating research