Dipublikasikan: 19 Juli 2026 · ~249 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Fitur Over-the-Air di Mobil Bisa Jadi Celah Keamanan Baru
Teknologi over-the-air di mobil makin populer, tapi juga bikin kendaraan lebih rentan diserang hacker. Dari data pribadi sampai potensi sabotase kontrol kendaraan.
Fitur over-the-air di mobil modern emang praktis. Nggak perlu bawa mobil ke bengkel cuma buat update software. Tapi di balik kemudahan itu, ada celah keamanan yang bisa dieksploitasi.
Banyak analis keamanan mulai menyoroti risiko ini. Apalagi kalau teknologi OTA-nya dipasok dari vendor luar negeri yang nggak jelas track record keamanannya.
Apa yang bikin rawan
Over-the-air updates artinya mobil lo terhubung ke jaringan secara nirkabel. Ini bikin kendaraan jadi seperti komputer beroda yang bisa diakses dari jarak jauh. Kalau sistem keamanannya jebol, hacker bisa masuk dan ngutak-atik sistem kontrol kendaraan.
Masalahnya, nggak semua pabrikan mobil serius ngurusin aspek keamanan ini. Banyak yang lebih fokus ke fitur dan kenyamanan, sedangkan cybersecurity masih dianggap second priority.
Bukan cuma soal data
Risiko terbesarnya bukan cuma data pribadi lo yang bocor. Lebih serem dari itu. Bayangin seseorang dari jarak jauh bisa ngontrol rem atau kemudi mobil lo. Beberapa negara kayak Norwegia, Denmark, dan Inggris udah nyatain kekhawatiran serius soal potensi sabotase kendaraan lewat celah OTA ini.
American Enterprise Institute juga udah ngeluarin peringatan. Mereka bilang safeguarding otomotif itu krusial buat batasi kemampuan spionase asing. Jadi ini udah masuk ranah keamanan nasional.
Teknologi OTA adalah masa depan industri otomotif, tapi masa depan itu harus aman. Kalau nggak, mobilitas kita justru bisa jadi ancaman.
Sumber: Are There Cybersecurity Risks in Over-the-Air Tech Used in Autos?