Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 21 Agustus 2026 · ~254 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Datacentre Raksasa di London Bisa Hasilkan Emisi Setara 27 Ribu Penerbangan

Rencana datacentre hyperscale di London bisa ngeluarin lebih dari satu juta ton CO2 per tahun, setara 27 ribu penerbangan ke New York. Ada pelajaran buat Indonesia.

Rencana pembangunan datacentre hyperscale di London bikin banyak orang angkat alis. Menurut dokumen perencanaan, fasilitas ini bisa ngeluarin lebih dari satu juta ton CO2 per tahun.

Biar gampang dibayangin, itu setara jejak karbon 27 ribu penerbangan London ke New York. Angka yang susah diterima pas UK lagi ngejar target net zero.

Angkanya segini

East Havering Data Centre Campus di North Ockendon ini bakal makan lahan 218 hektare di green belt. Kalau disetujui, dia bakal jadi salah satu datacentre terbesar di Eropa, dipake buat AI dan cloud computing.

Developer-nya, Digital Reef, nyebut proyek ini sebagai kesempatan bikin datacentre campus yang sustainable. Tapi dokumen perencanaan sendiri nunjukin emisinya nggak sejalan sama target net zero UK.

Kenapa ini relevan buat kita

Indonesia juga lagi gencar bangun datacentre, mulai dari Batam, Jakarta, sampai daerah lain. Kebutuhan buat AI dan cloud emang naik drastis, tapi konsumsi listrik dan dampak lingkungannya jarang dibahas serius.

Kasus London ini jadi pengingat kalau pembangunan infrastruktur digital nggak bisa lepas dari hitung-hitungan energi. Datacentre itu boros, dan borosnya bakal makin kelihatan pas AI makin dipakai.

AI dan cloud memang masa depan, tapi infrastruktur di baliknya harus dibangun dengan kepala dingin. Jangan sampai kemajuan digital kita bayar dengan tagihan lingkungan yang nggak kebayar.

Sumber: Proposed London datacentre will have annual carbon footprint of 27,000 flights to New York