Dipublikasikan: 3 September 2026 · ~321 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
CERN ninggalin RHEL, lebih dari 2.000 komputer pindah ke Debian
CERN bakal migrasi semua komputer industri dan sistem embedded di kontrol akseleratornya ke Debian 13 sebelum akhir 2026. Sinyal besar soal arah Linux di dunia enterprise dan riset.
CERN bukan sembarang institusi. Mereka ngurus salah satu infrastruktur sains paling kompleks di dunia, termasuk akselerator partikel raksasa yang datanya nggak main-main. Sekarang mereka bikin keputusan besar di ranah Linux, secara resmi ninggalin orbit RHEL.
Targetnya jelas, semua 2.200 lebih komputer industri dan sistem embedded di infrastruktur kontrol akselerator harus udah jalan di Debian 13 sebelum akhir 2026. Sistem ini dipakai buat kontrol akselerator, peralatan lab, dan fungsi operasional lain yang butuh stabilitas tinggi.
Perjalanan panjang CERN bareng Red Hat
CERN itu salah satu pengguna setia RHEL dari zaman dulu. Mereka bahkan sempat ikut ngurus Scientific Linux, turunan RHEL yang dibikin khusus buat kebutuhan riset. Tahun 2015 mereka pindah ke CentOS, dan belakangan sempat mempertimbangkan CentOS Stream.
Tapi arah Red Hat beberapa tahun terakhir bikin banyak institusi riset dan enterprise gelisah. CentOS 8 dihentikan lebih cepat dari jadwal, sementara fokus Red Hat makin condong ke CentOS Stream yang siklusnya lebih cepat. Buat lingkungan yang prioritasnya stabilitas ekstrem, perubahan kayak gini jadi pertimbangan serius.
Kenapa Debian yang dipilih
Debian punya karakter yang hampir kebalikan. Rilisnya pelan tapi diuji mateng, dan siklus dukungannya panjang. Buat sistem kontrol yang harus jalan terus tanpa gangguan, model kayak gini justru lebih masuk akal daripada ngejar versi terbaru setiap beberapa bulan.
Keputusan CERN ini juga jadi bukti kalau Debian udah diterima di infrastruktur level kritis, bukan cuma buat server komunitas atau mesin development. Kalau institusi sebesar CERN berani, enterprise lain pasti ngeliat dan mulai mikir ulang.
Migrasi CERN bukan cuma cerita pindah distro. Ini sinyal bahwa institusi paling konservatif sekalipun mulai cari alternatif di luar orbit Red Hat. Buat lo yang masih nimbang, ini waktu yang pas buat ngeliat Debian lebih serius.