Dipublikasikan: 24 Agustus 2026 · ~269 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Drama Hukum SCO vs IBM Soal Linux Masuk Babak Akhir
Xinuos, penerus hukum SCO, minta sidang ulang lawan IBM dan Red Hat soal Project Monterey. Kasus lawas soal kepemilikan Linux ini makin deket ke ujung.
Kasus hukum paling panjang di dunia Linux akhirnya keliatan mau kelar. Xinuos, yang merupakan penerus hukum dari SCO, sekarang minta pengadilan buat ngereview lagi klaim mereka ke IBM dan Red Hat.
Ini kelanjutan dari drama Project Monterey yang udah jalan seperempat abad. Buat yang nggak ngikutin sejarahnya, siap-siap, ceritanya panjang dan cukup kacau.
Akar masalahnya
Ceritanya mulai sekitar 25 tahun lalu, waktu IBM nyumbangin kode Project Monterey ke Linux. SCO dan penerusnya nganggep IBM sebenernya nggak punya hak penuh atas kode itu, cuma punya lisensi non-eksklusif.
Dari situ mereka ngeklaim kalau nyumbangin kode itu ke Linux dianggap nglanggar lisensi. Argumen yang kelihatan teknis, tapi dampaknya ke ekosistem open source gede banget.
Udah kalah di pengadilan
Panel tiga hakim baru-baru ini ngerasa klaim itu nggak valid dan waktu buat ngelanjutin aksi udah lewat. Sebelumnya di 2021, salah satu penerus SCO udah settle sama IBM di angka 14,25 juta dolar AS.
Xinuos sempet bawa argumennya ke pengadilan distrik di New York, tapi gagal ngeyakinin hakim kalau IBM dan Red Hat punya kasus yang harus dijawab. Sekarang mereka minta rehearing, langkah terakhir buat ngelanjutin perlawanan.
Hukum open source emang jarang jadi headline, tapi dampaknya gede banget. Kasus SCO ini ngajarin kalau kontribusi kode itu bukan cuma soal nulis, tapi juga soal legalitas. Begitu kasus ini beres, ekosistem Linux bisa napas lega.
Sumber: SCO Successor Xinuos Asks Court to Rehear Its Claims Against IBM/Red Hat Over Project Monterey