Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 17 Agustus 2026 · ~344 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Anthropic Kena Kritik Gara-gara Watermark di Claude, Kenapa Banyak Penulis Geram?

Daring Fireball menyebut watermark tersembunyi di Claude sebagai bentuk perusakan teks. Banyak penulis dan developer yang nggak setuju dengan langkah Anthropic ini. Kita bedah kenapa isu ini lebih ribet dari kelihatannya

John Gruber lewat Daring Fireball baru aja ngeluarin kritik pedas ke Anthropic. Masalahnya soal watermark tersembunyi yang disisipin di teks hasil Claude, yang dia sebut sebagai bentuk perusakan teks. Istilahnya keras, tapi memang ini topik yang bikin banyak orang di industri konten dan AI ikutan berdebat.

Ide di balik watermark sebenarnya masuk akal, biar teks hasil AI gampang dideteksi. Tapi caranya yang bikin masalah, apalagi buat orang yang nulis serius pakai bantuan Claude.

Isu watermark di Claude

Watermark di sini bukan tanda air visual yang kelihatan di gambar. Ini pola tersembunyi yang disisipin ke teks, tujuannya biar alat deteksi bisa nemuin kalau teks itu dihasilkan AI. Di atas kertas, ini terdengar kayak solusi rapi buat masalah konten AI yang nggak bisa dibedakan dari tulisan manusia.

Masalahnya, buat banyak penulis dan developer, teks yang udah diutak-atik tanpa sepengetahuan mereka terasa kayak intervensi yang nggak diundang. Dari sudut pandang mereka, hasil akhir yang udah ditambahin lapisan tersembunyi itu bukan murni punya pengguna lagi. Ini yang bikin Gruber nyebutnya sebagai perversion of writing.

Kenapa kritiknya keras

Buat orang yang kerjaannya nulis, kontrol atas teks itu harga mati. Kalau ada lapisan tersembunyi yang ditambahin di luar kendali lo, hasil akhirnya bukan sepenuhnya karya lo. Di sinilah masalah etikanya, siapa yang berhak mengubah output yang lo minta dari sebuah tool?

Kritik semacam ini juga muncul karena pendekatan Anthropic dianggap kurang transparan. Daripada ngasih tahu dari awal, watermark disisipkan diam-diam dan baru ketahuan pas orang ngerasa ada yang aneh. Transparansi kayak gini yang biasanya bikin developer dan penulis naik darah.

Isu watermark ini mengingatkan kita kalau fitur yang niatnya baik bisa jadi kontroversial kalau caranya ngasal. Semoga Anthropic dengerin kritik ini dan mikir ulang, karena kepercayaan developer itu aset yang jauh lebih mahal daripada proteksi konten.

Sumber: Anthropic's 'Watermark' Text Adulteration in Claude Is a Perversion of Writing