Dipublikasikan: 28 Juni 2026 · ~228 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Token AI Developer Bisa Lebih Mahal dari Gaji Mereka Sendiri
Gartner prediksi dalam dua tahun biaya token AI developer bisa nyalip gaji bulanan mereka. Ini pukulan telak buat perusahaan yang lagi gandrung sama agentic tools.
Lo lagi seneng-senengnya integrasi AI ke workflow developer, tapi pernah kepikiran nggak soal tagihan token-nya? Gartner baru aja ngeluarin prediksi yang bikin banyak CTO merinding.
Angkanya bikin geleng-geleng
Menurut riset Gartner, biaya token AI yang dipakai developer bisa menyamai atau bahkan melebihi gaji bulanan mereka dalam dua tahun ke depan. Bayangin, lo bayar gaji developer Rp20 juta sebulan, tapi token AI yang mereka konsumsi juga bisa Rp20 juta atau lebih. Ini bukan fiksi ilmiah, ini proyeksi yang udah dihitung sama analyst kelas dunia.
Kenapa bisa semahal itu?
Penyebab utamanya ada dua. Pertama, developer makin doyan pakai generative AI dan agentic tools buat bantu coding sehari-hari. Kedua, model lisensi vendor juga mulai bergeser ke consumption-based. Artinya, makin sering lo pakai, makin gede tagihan. Gartner senior principal analyst Nitish Tyagi bilang prediksi ini berdasarkan rata-rata gaji global USD 2.000 per bulan. Di AS sih mungkin belum sampai segitunya, tapi Tyagi sendiri ngaku udah denger angka-angka yang bikin merinding dari kliennya.
Intinya, AI emang powerful, tapi jangan sampai lo kecanduan tanpa ngitung biayanya. Mulai audit pemakaian token dari sekarang sebelum tagihan bikin lo syok.
Sumber: Developer AI Token Costs Could Exceed Their Salaries in Two Years