Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 12 September 2026 · ~277 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

OpenAI Pecahkan Masalah Matematika Legendaris, Matematikawan Justru Gelisah

OpenAI ngaku berhasil mecahin Millennium Prize Problem pakai ribuan agen AI. Pencapaiannya besar, tapi banyak matematikawan merasa ada yang bergeser.

OpenAI baru saja ngaku berhasil mecahin salah satu Millennium Prize Problem, teka-teki matematika kelas berat yang udah nahan ilmuwan puluhan tahun. Kabar ini bikin heboh, tapi gak semua orang ikut senang.

Soalnya, cara OpenAI nyelesaiin masalah itu jauh dari kebiasaan dunia matematika. Dan reaksi para matematikawan sendiri justru jadi bagian paling menarik dari cerita ini.

Klaim besarnya

Millennium Prize Problem bukan soal latihan biasa. Ini tujuh masalah matematika paling susah yang belum kejawab, masing-masing hadiahnya satu juta dolar. Selama ini, kalau ada yang bisa mecahin satu aja, itu langsung dianggap momen bersejarah dan dirayain seisi komunitas.

Tapi kali ini, yang mecahin bukan seorang profesor yang udah puluhan tahun ngulik masalah itu. Yang mecahin adalah sebuah perusahaan teknologi, pakai model AI terbarunya. Jadi wajar kalau rasanya agak aneh.

Cara mainnya beda

OpenAI gak ngerjain masalahnya sendirian kayak manusia biasa. Mereka ngelepas sekitar 10.000 agen AI yang jalan otomatis, masing-masing ngulik bagian masalahnya. Total biaya yang dihabisin kabarnya nyampe sekitar 15 juta dolar. Ini cara yang bener-bener di luar kebiasaan riset matematika konvensional.

Buat banyak matematikawan, yang bikin gak nyaman bukan cuma hasilnya, tapi caranya. Ada kesan perusahaan raksasa asal serbu masuk ke wilayah yang selama ini jadi hidup mereka, tanpa terlalu peduli sama norma dan etika yang udah lama dipegang.

Yang jelas, batas antara dibantu AI dan dikerjain AI makin tipis. Buat komunitas riset, ini bukan cuma soal siapa yang menang, tapi soal gimana caranya tetap jaga makna dan proses di balik sebuah penemuan.

Sumber: OpenAI just wants to win