Lewati ke konten utama

Dipublikasikan: 5 Juli 2026 · ~247 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

OpenAI Codex Alami Degradasi Performa Akibat Clustering Reasoning Token

Ada laporan dari developer kalau GPT-5.5 Codex mulai sering ngaco. Dugaannya karena cara OpenAI mengelompokkan reasoning token bikin performa model malah menurun.

Kalau lo pakai GPT-5.5 Codex belakangan ini dan ngerasa hasilnya makin aneh, lo nggak sendirian. Sebuah issue di GitHub resmi OpenAI lagi ramai dibahas developer karena ngelaporin sesuatu yang cukup mengkhawatirkan.

Apa yang sebenarnya terjadi

Di repository Codex, muncul issue yang nyebut kalau performa GPT-5.5 Codex lagi turun. Bukan karena modelnya tiba-tiba lupa coding, tapi karena cara OpenAI ngatur reasoning token. Menurut analisis yang berkembang, OpenAI mulai melakukan clustering terhadap reasoning token dengan cara yang ternyata bikin model jadi kurang akurat dalam menghasilkan kode.

Dampaknya buat developer

Buat lo yang daily ngandelin Codex buat bantu nulis kode, ini bisa berarti hasil generate makin sering perlu diedit manual. Bukan cuma soal kode yang nggak jalan, tapi juga logic yang kadang melenceng dari konteks. Ini masalah serius karena reasoning token tuh inti dari cara model "berpikir" sebelum ngasih output. Kalau clusteringnya kacau, proses reasoning model ikut kacau.

Yang bikin menarik, issue ini datang dari komunitas dan bukan dari OpenAI secara resmi. Artinya, ini sinyal kalau transparansi soal arsitektur model masih kurang. Developer cuma bisa nebak-nebak apa yang berubah di balik layar.

Mudah-mudahan OpenAI cepet klarifikasi masalah ini. Tapi buat sekarang, ada baiknya lo stay aware dan jangan auto-pilot pas make Codex buat kode yang bakal masuk production.

Sumber: GPT-5.5 Codex reasoning-token clustering may be leading to degraded performance