Dipublikasikan: 25 Juni 2026 · ~280 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Pindah dari Proxmox ke NixOS dan Incus, Beneran Worth It?
Seorang developer bagikan pengalaman teknis migrasi infrastruktur virtualisasi dari Proxmox ke NixOS plus Incus. Buat lo yang penasaran dengan declarative infrastructure, ini gambaran real-nya.
Lo pakai Proxmox buat ngurusin VM dan container di server kantor atau lab? Tenang, lo gak sendirian. Tapi ada satu cerita menarik dari developer yang ngejalanin transisi besar: mindahin seluruh infrastruktur virtualisasi dari Proxmox ke kombinasi NixOS dan Incus.
Buat yang belum familiar, NixOS itu distro Linux unik yang konfigurasi sistemnya didefinisikan secara declarative. Sedangkan Incus adalah fork dari LXD yang fokus ke system container. Dua ini digabung, hasilnya adalah pendekatan infrastruktur yang reproducible dan manageable banget.
Kenapa Pindah
Penulis artikel asli merasa Proxmox mulai terasa berat buat use case-nya. Proxmox emang powerful sebagai hypervisor, tapi kalau lo demen ngoprek konfigurasi dan pengen semuanya tercatat rapi di version control, Proxmox punya batasan. NixOS bikin lo bisa definisikan seluruh sistem mulai dari kernel module sampe container config dalam satu file. Semua reproducible, bisa di-rollback, dan gampang di-audit.
Cara Migrasi
Proses migrasinya tentu gak semudah next-next-finish. Ada beberapa langkah teknis yang perlu dilaluin: setup NixOS sebagai host OS, install dan konfigurasi Incus, migrasi container dari Proxmox, dan validasi network. Penulis juga nge-share beberapa gotcha yang bikin kepala pusing, kayak perbedaan cara handle storage pool dan networking. Tapi hasil akhirnya sepadan: sistem yang lebih ringan, lebih terkontrol, dan lebih mudah di-maintain.
Migrasi infrastruktur emang gak pernah ringan, tapi cerita kayak gini ngasih gambaran bahwa selalu ada alternatif. NixOS plus Incus mungkin bukan buat semua orang, tapi buat lo yang pengen kontrol penuh atas infrastruktur. Worth it buat dicoba di lab dulu.