Dipublikasikan: 9 Juli 2026 · ~267 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Ketika AI Bikin Mahasiswa Malas Mikir: Dosen Ivy League Paksa Ujian Offline, Nilai Anjlok 50%
Seorang profesor di Brown University curiga mahasiswanya bergantung pada AI. Begitu ujian offline diberlakukan, hasilnya bikin kaget semua orang.
Lo pasti udah denger soal AI yang makin merajalela di dunia pendidikan. Tapi apa jadinya kalau dosen mulai curiga dan bikin eksperimen beneran? Seorang profesor di Brown University, salah satu kampus Ivy League, melakukannya. Dan hasilnya bikin banyak orang mikir ulang soal peran AI di ruang kelas.
Yang sebenernya terjadi
Seorang profesor di Brown curiga kalau mahasiswanya terlalu bergantung pada AI buat ngerjain ujian dan tugas. Curiga doang sih nggak cukup, makanya dia ambil langkah drastis: semua ujian mendadak diubah jadi in-person, offline, tanpa akses ke AI sama sekali. Hasilnya? Nilai rata-rata mahasiswa turun 50 persen. Bukan 10 atau 20 persen, tapi setengahnya. Itu bukan angka yang bisa diabaikan.
Bukan cuma masalah malas
Ini bukan sekadar cerita soal mahasiswa yang males mikir. Lebih dari itu, ini nunjukkin bahwa sistem pembelajaran udah bergeser secara fundamental dalam waktu singkat. Mahasiswa bukan cuma pakai ChatGPT buat nge-cek grammar, tapi beneran ngandelin AI buat ngerjain soal-soal yang seharusnya ngukur pemahaman mereka. Ketika akses ke AI dicabut, kemampuan mereka回答问题 langsung drop drastis. Ini nunjukkin ada celah besar antara nilai yang selama ini keliatan baik dengan kemampuan asli mahasiswa.
Satu hal yang jelas: AI udah mengubah cara belajar secara permanen. Dan institusi pendidikan yang nggak cepat beradaptasi bakal ketinggalan. Bukan soal anti-AI atau pro-AI, tapi soal gimana kita pinter-pinter nyetel ulang sistem pendidikan biar tetap relevan.
Sumber: Suspecting AI cheating, Ivy League prof ordered in-person final; scores fell 50%