Dipublikasikan: 22 Juni 2026 · ~1 menit baca
Jangan Asal Vibe-Code Kalau Gak Mau Website Lo Dibobol
Vibe-coding emang praktis, tapi banyak yang lupa security. Seorang developer baru sadar situsnya punya celah SQL injection berbulan-bulan setelah launch. Ini pelajaran buat kita semua.
Vibe-coding lagi naik daun. Lo tinggal chat sama AI, minta bikin website, dan dalam hitungan menit jadi deh. Tapi masalahnya, banyak yang langsung deploy tanpa mikir keamanan. Akibatnya? Celah menganga yang bisa dimanfaatin hacker.
Cerita soal Boomberg
Bob Starr, seorang project manager di tech, bikin situs bernama Boomberg buat nampilin data pajak AS yang mengalir ke perusahaan teknologi. Dia bangga banget, langsung online-in. Tapi beberapa bulan kemudian, dia sadar ada yang kacau: situsnya punya celah SQL injection. Data sensitif bisa dibaca atau diubah sama siapa aja yang iseng. Dia sendiri bilang ini blindspot besar dari cara dia belajar teknologi baru ini.
Kenapa ini penting buat developer Indonesia
Gak cuma Bob yang kayak gini. Banyak developer, termasuk di Indonesia, sekarang ngandelin AI buat nulis kode. Masalahnya, AI gak selalu ngasih output yang aman. Lo bisa dapet kode yang keliatan bener, tapi penuh celah keamanan. Apalagi kalau lo gak punya background security. Ini bukan soal AI-nya jahat, tapi soal developer yang terlalu percaya.
Vibe-coding itu alat yang powerful, bukan magic bullet. Lo tetap harus paham basic security sebelum nge-deploy apapun ke production. Kalau gak, siap-siap aja website lo jadi playground hacker.