Dipublikasikan: 29 Juni 2026 · ~190 kata · ~1 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Ford sadar AI aja nggak cukup, mereka hire ulang engineer senior
Ford mengaku salah karena terlalu percaya AI bisa gantiin pengalaman engineer senior. Sekarang mereka hire balik para gray beard yang sebelumnya dianggap udah nggak relevan.
Selama beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan manufaktur besar berlomba-lomba masukin AI ke semua lini produksi. Ford salah satunya. Tapi ternyata, hasilnya nggak sesuai harapan.
Yang salah dari strategi AI Ford
Ford dengan jujur ngaku, "Kami salah pikir kalau dengan hanya introduce AI, hasil produksi bakal otomatis berkualitas tinggi." Realitanya, AI emang bisa bantu banyak hal, tapi di situasi-situasi tertentu yang butuh intuisi dan pengalaman bertahun-tahun, mesin masih kalah sama manusia.
Kenapa gray beard jadi rebutan lagi
Engineer senior yang udah puluhan tahun ngelotok di industri otomotif punya pemahaman yang nggak bisa direplikasi AI. Mereka tau mana komponen yang sensitif, mana proses yang rawan error di kondisi tertentu. Pengalaman kayak gini mahal banget harganya.
Kasus Ford jadi pengingat buat perusahaan teknologi di mana pun. Jangan sampai kita terlalu silau sama AI sampe lupa kalau wisdom dari praktisi senior itu nggak bisa digantiin algoritma mana pun.
Sumber: Ford rehires 'gray beard' engineers after AI falls short