Dipublikasikan: 28 Juni 2026 · ~292 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Data Center di Orbit? Banyak yang Nggak Percaya, Termasuk Bos SoftBank
Elon Musk lagi gembar-gemborin data center orbital. Tapi CEO SoftBank dan banyak pihak lain angkat alis. Apakah ini visi masa depan atau cuma hype kosong?
Elon Musk dikenal suka ngeluarin visi gila yang kadang beneran kejadian. Tapi soal orbital data center, banyak yang mulai angkat tangan. Termasuk CEO SoftBank yang secara terang-terangan ngungkapin skepticism-nya.
Data center di orbit bumi? Kedengerannya keren abis. Tapi kalau lo pikirin lebih dalem, ada banyak pertanyaan teknis dan ekonomis yang belum terjawab.
Visi yang lagi digemborin
Ide dasarnya sederhana: tempatin data center di orbit biar latensi ke stasiun luar angkasa atau satelit lebih kecil. Beberapa perusahaan juga ngelihat ini sebagai solusi buat masalah keterbatasan lahan dan energi di bumi. Ditambah dengan potensi pendinginan alami di luar angkasa.
Musk, lewat perusahaannya, udah mulai ngelobi dan ngumpulin dukungan buat konsep ini. Katanya, ini bisa jadi game-changer buat komputasi global.
Kenapa banyak yang skeptis
SoftBank CEO nggak sendirian. Banyak pihak di industri cloud dan data center yang ngeraguin kelayakan proyek ini. Masalahnya mulai dari biaya peluncuran yang masih selangit, maintenance hardware di luar angkasa yang ribet, sampe risiko radiasi dan space debris yang bisa ngerusak server kapan aja.
Selain itu, latensi yang katanya jadi keunggulan, sebenernya cuma relevan buat use case yang sangat spesifik. Buat mayoritas aplikasi cloud yang kita pake sehari-hari, data center di bumi masih jauh lebih efisien dan murah.
Buat pelaku tech di Indonesia, lo belum perlu panik mikirin data center orbit. Tapi perdebatan ini ngingetin bahwa industri cloud lagi ada di titik menarik. Inovasi infrastruktur nggak cuma soal software dan chip, tapi juga soal di mana lo naruh komputernya.
Sumber: SoftBank's CEO isn't the only one with questions about Elon Musk's orbital data center hype