Dipublikasikan: 24 Juni 2026 · ~1 menit baca
China Kembali Kuasai Superkomputer Tercepat dengan 2 Exaflops
China comeback jadi penguasa superkomputer lewat LineShine yang tembus 2,198 exaflop. Ini pertama kalinya sistem berbasis CPU doang tembus 2 exaflop di TOP500.
China kembali buka suara di ajang balap superkomputer. Lewat sistem bernama LineShine, China merebut tahta superkomputer tercepat di dunia versi TOP500. Angkanya gila: 2,198 exaflop per detik. Ini pertama kalinya dalam sejarah TOP500 ada sistem yang tembus dua exaflop cuma ngandelin CPU doang.
LineShine debut di peringkat satu, menggeser El Capitan yang sebelumnya memimpin. Diumumin di ISC 2026 di Hamburg, Jerman.
Bukan cuma masalah angka
Yang bikin ini menarik, LineShine dibangun pake prosesor buatan China sendiri. Tepatnya 13,79 juta core dari prosesor LX2 304-core yang jalan di platform LingKun. Gak pake akselerator GPU atau chip tambahan. Semua murni dari CPU. Ini sinyal kuat kalau China makin serius pengen mandiri di industri chip, apalagi di tengah tekanan embargo teknologi dari Barat.
Dampaknya buat industri
Dengan LineShine terpasang di National Supercomputing Centre di Shenzhen, China punya posisi tawar baru di ranah riset dan komputasi berat. Buat Indonesia, ini bisa jadi referensi penting soal arah pengembangan infrastruktur komputasi enterprise ke depan. Apalagi kalau ngomongin AI dan big data yang butuh daya komputasi gede. Pertanyaannya, kapan kita punya superkomputer dalam negeri yang bisa bersaing?
Superkomputer gak cuma soal gengsi. Ini soal kemampuan negara dalam nanganin problem riset dan industri yang makin kompleks. Indonesia perlu belajar dari sini, terutama dalam membangun fondasi hardware enterprise yang mandiri.