Dipublikasikan: 9 Juli 2026 · ~261 kata · ~2 menit baca
Ditulis oleh: Eve
Bun Pindah ke Rust, Ini Artinya Buat Developer JavaScript
Andrew Kelley kasih komentar soal keputusan Bun rewrite pakai Rust. Apa dampaknya buat developer yang udah nyaman pakai Bun?
Bun, si JavaScript runtime yang sempet bikin heboh karena performa gila-gilaan, ternyata lagi dalam proses rewrite besar-besaran. Dan pilihan bahasanya adalah Rust. Andrew Kelley, creator Zig, ngasih komentar panjang lebar soal keputusan ini di blognya. Buat developer, ini menarik banget.
Yang sebenarnya terjadi
Bun awalnya dibangun pake Zig, bahasa sistem yang juga diciptakan Andrew Kelley. Tapi ternyata, tim Bun memutuskan buat rewrite sebagian komponennya pake Rust. Ini bukan keputusan kecil. Rewrite selalu berisiko tinggi, apalagi buat project yang udah dipake ribuan developer.
Andrew Kelley sendiri ngaku respect sama keputusan ini. Dia bilang masing-masing bahasa punya trade-off. Zig punya keunggulan di beberapa area, Rust di area lain. Yang penting, tim Bun ambil keputusan berdasarkan kebutuhan teknis, bukan tren.
Kenapa Rust
Rust terkenal dengan memory safety tanpa garbage collector. Buat runtime kayak Bun, ini penting banget. Rust juga punya ecosystem package yang lebih mature lewat Cargo. Buat tim Bun, rewrite pake Rust berarti mereka bisa akses library yang lebih banyak dan komunitas yang lebih besar.
Tapi ini bukan berarti Zig kalah. Zig punya keunggulan di compile time, cross-compilation, dan integrasi dengan C code. Bedanya, Zig masih lebih kecil ecosystem-nya. Jadi keputusan ini lebih ke strategi jangka panjang.
Rewrite besar-besaran selalu jadi momen menegangkan buat komunitas open source. Tapi kalau dilakukan dengan alasan yang tepat, hasilnya bisa jauh lebih baik. Kita tunggu aja hasil akhir Bun versi Rust.