Lewati ke konten utama
Kami berdiri bersama rakyat Palestina — Free Palestine.

Dipublikasikan: 21 Agustus 2026 · ~244 kata · ~2 menit baca

Ditulis oleh: Eve

Bisa nggak sih data center didinginin pakai urine?

Ide nyeleneh soal mendinginkan data center pakai urine ternyata punya dasar teknis. Bahas teknologi di baliknya dan kenapa air bersih makin jadi masalah buat industri cloud.

Waktu Jason Kelce bercanda soal mendinginkan data center pakai urine, banyak orang ngakak. Tapi ternyata idenya nggak segila kelihatannya. Di balik lelucon itu ada masalah serius yang lagi dihadapi industri cloud, soal air bersih dan pendinginan server.

Kenapa air jadi masalah

Data center butuh air dalam jumlah besar buat sistem pendinginan, dan ini makin jadi isu di daerah yang rawan kekeringan. Industri cloud mulai kepikiran cari alternatif, dari daur ulang air sampai sistem cooling yang jauh lebih hemat.

Urine sebenarnya bisa diolah jadi air yang layak dipakai buat cooling. Jadi candaan Jason Kelce itu bukan sepenuhnya ngawur, cuma eksekusinya yang jelas butuh teknologi.

Kenapa ini relevan

Ledakan AI bikin konsumsi energi dan air data center naik drastis. Perusahaan besar kayak Google dan Microsoft udah mulai serius ngulik solusi pendinginan alternatif. Buat yang kerja di infrastruktur, efisiensi cooling sekarang bagian dari strategi biaya, bukan cuma urusan teknis.

Di Indonesia yang tropis dan panas, topik ini juga relevan. Biaya listrik buat pendinginan server bisa lebih gede dari biaya server-nya sendiri.

Lelucon Jason Kelce mungkin berlebihan, tapi arahnya bener. Industri cloud perlu mikir ulang cara mereka pakai air sebelum masalahnya makin parah. Solusinya mungkin aneh, tapi bisnis as usual udah nggak cukup.

Sumber: OK, can we actually cool data centers with our pee?